5 Produk Google dengan Nama Paling 'JELEK' Sepanjang Sejarah - Hampir semua orang tampaknya setuju jika menobatkan
Google sebagai perusahaan teknologi nomor satu di dunia. Selain ide-ide mereka yang cemerlang, produk mereka yang banyak sekali berhasil membantu publik dalam menjalani hidup, produk Google juga menjadi salah satu sarana hiburan paling komplit yang tersedia di internet. Akan tetapi, sadarkah kamu jika Google mengimplementasikan nama produk dengan sangat sederhana, atau cenderung tidak unik?Melalui artikel ini, kami akan mencoba mengkritik beberapa nama produk Google yang dinilai tidak
catchy dan unik jika dibandingkan dengan produk sejenis dari perusahaan yang lain. Mari kita mulai
list -nya:
5 Produk Google dengan Nama yang Cupu dan Tidak keren
1. Google Now

Sebagai pembuka dari
list kita kali ini, ada Google Now yang kami nilai tidak menarik dan terlalu mudah. Tidak ada yang salah dengan fitur-fitur yang disediakan oleh
Google Now . Fitur-fitur
voice command -nya mantap, Google Card-nya sangat berguna, sehingga tampak segar banget. Akan tetapi, apakah kau merasa bahwa nama "Google Now" justru terlalu mudah untuk diberikan kepada sebuah fitur-fitur canggih seperti itu? Produk serupa dari perusahaan lain bahkan memberikan nama yang
sophisticated dan keren, seperti Apple dengan
Seri dan Microsoft dengan
Cortana .Mengapa Google tidak memberikan nama yang
catchy , seperti Iron Man bernama pembantunya dengan
Jarvis ?
2. YouTube Red

Apa pula ini? YouTube yang merupakan salah satu produk hasil akuisisi Google baru saja merilis fitur baru bernama
YouTube Red yang justru dikritik banyak sekali netizen karena memiliki nama yang cenderung sederhana dan terlihat seperti situs porno. Bagi kamu yang rutin sekali berselancar di internet dan tau dengan situs porno, sepertinya YouTube malah terinspirasi dengan situs
Redtube ya?YouTube Red merupakan layanan terbaru yang memungkinkan pengguna YouTube untuk menyaksikan berbagai video di situs tersebut dengan bebas iklan. Tentu untuk mendapatkan fasilitas bagus itu, kamu diminta untuk merogoh kocek yang tidak kecil setiap bulan. Selain merepotkan, layanan ini dinilai akan mematikan para pemilik
channel YouTube yang memang meraup keuntungan dari iklan yang terpampang di setiap video mereka.
Link Download YouTube 3. Google+

Google Plus? Google Tambahkan? Apa yang berusaha disampaikan oleh Google untuk mempopulerkan media sosial milik mereka? Apakah mereka berharap dengan memberikan simbol "+" dapat memberikan kesan bahwa situs jejaring sosial mereka bisa tampil lebih kaya dibandingkan dengan Facebook, Twitter, maupun Path? Sayangnya tidak.Nama tersebut sebenarnya cukup seksi,
simple untuk disematkan pada tombol
share yang ada di berbagai situs, dan dapat dikenal secara cepat oleh mata pengguna internet. Namun semua itu terlambat, popularitas dari Facebook dan
simple -nya penggunaan dari Path dan Twitter berhasil menanam dalam-dalam angan dari Google Plus. Memang sih saat awal kemunculannya, Google Plus dikerubungi oleh banyak orang, namun kini dapat dilupakan dan sulit untuk digunakan melalui perangkat mobile.
4. Google Play

Siapa yang tidak tahu dengan layanan populer yang satu ini? Ya, Google Play menjadi tempat yang tepat jika Anda ingin mendapatkan aplikasi dan
update terbaru. Seiring berjalannya waktu, di Google Play juga tersedia
section yang bisa kamu manfaatkan untuk membeli buku dan film. Bermanfaat banget ya?Namun ada satu aplikasi yang berhasil merobek sentimen positif dari masyarakat tentang Google Play, yaitu
Google Play Service . Aplikasi ini menjadi salah satu produk Google yang mendapatkan bintang kecil dari berbagai pengguna Android. Ini akan men-download dirinya secara otomatis saat Anda membeli smartphone baru, dan ia juga tidak akan tampil di mana-mana kecuali di
background . Ada banyak orang yang kecewa dengan aplikasi ini karena fungsinya yang tidak signifikan dan dinilai membuat baterai lebih boros. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga kan?
5. Google Drive

Dari segi nama sih udah oke. Layanannya juga keren.
Google Drive direncanakan bagi kamu yang ingin menyimpan file dan dokumen kepada penyimpanan
cloud secara mudah dan cepat. Jika dibandingkan dengan nama-nama layanan
cloud lain seperti Mega, Dropbox, OneDrive, dsb; Google Drive tampaknya sudah mengikuti tren yang tepat ya. Namun apakah sesuai dengan fasilitas yang diberikan?Jika kamu sering menggunakan Google Doc sebagai alat untuk membuat dokumen, maka kamu akan menemukan hal yang janggal. Ya, layanan yang sama seperti Microsoft Office tersebut terintegrasi secara penuh dengan Google Drive, sehingga seolah-olah Drive bukanlah sekadar Drive, tapi juga tempat meng-edit dokumen. Kenapa Google tidak memisahkan kedua layanan tersebut ke tempat yang berbeda, dengan nama yang berbeda pula ya? Mengapa Google tidak mengklasifikasikan Google Docs, Sheets, dan Slides ke tempat yang benar-benar baru, daripada harus menempatkannya langsung di dalam Google Drive?Bagaimana menurut agan-agan? Apakah
list kami sudah tepat? Jika kamu punya saran dan kritik, jangan lupa untuk tulis di kolom komentar di bawah ini ya.
EmoticonEmoticon